Tampilkan postingan dengan label tips pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2007

Meningkatkan Kemampuan Sosialisasi


Apapun profesi dan bidang kerja anda, kemampuan sosialisasi mutlak diperlukan. Sekalipun pekerjaan anda tidak mengharuskan bertemu dengan banyak orang seperti bagian kehumasan atau marketing, anda dituntut untuk mampu bersosialisasi. Karena sekecil apapun lingkungan kerja anda, anda tetap perlu berinteraksi dengan orang-orang di sekeliling anda.

Ingat, pada dasarnya anda adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Memang, kemampuan sosialisasi ini identik dengan kemampuan anda berkomunikasi dengan lingkungan. Tapi tentu saja bukan asal komunikasi. Kalau sosialisasi anda wujudkan dengan bergosip ria dan menggangu rekan kerja lain, bukan simpati yang anda dapatkan, anda justru akan dimusuhi oleh orang-orang sekantor. Berikut ini merupakan cara yang tepat untuk sosialiasi di kantor, coba gebet deh:

Bicara dengan jelas
Bangunlah komunikasi dengan pembicaraan yang jelas. Pembicaraan yang tanpa arah hanya akan membingungkan lawan bicara. Ingat, lewat pembicaraan pula dapat diketahui seberapa besar 'isi kepala' anda.

Hati-hati berkomentar
Dengarkan dengan baik, jika orang lain mengajak anda bicara. Jika ingin berkomentar, jangan mengeluarkan pernyataan yang membuat orang lain tidak nyaman. Pastikan bahwa komentar anda memang ada 'isinya'. Jangan cuma jadi 'ember bocor'.

Budaya kompromistis
Setiap orang punya latar belakang yang berbeda. Jadi, pembicaraan awal biasanya tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai orang lain. Anda bisa saja tidak setuju dengan rekan kerja, tapi masih bisa bekerja sama secara produktif. Dalam hal ini anda harus mengembangkan budaya toleransi dan kompromis dengan rekan-rekan sehingga tercapai kerjasama yang menyenangkan.

Pengaruhi orang lain
Jangan pasrah, jika anda tidak mendapat perhatian dari lingkungan. Buatlah agar orang lain menyukai anda dengan cara-cara positif. Misalnya dengan memberikan perhatian pada setiap pembicaraannya, menjadi pendengar yang baik, dan ringan tangan jika mereka membutuhkan bantuan anda. Tunjukkan kualitas anda sesungguhnya sehingga mereka akan menyadari bahwa anda adalah orang yang layak diperhitungkan.

Hadapi masalah
Jangan lari dari masalah dan konflik yang melilit anda. Sebaliknya hadapai masalah tersebut dengan kepala dingin. Carilah solusi terbaik setiap anda menghadapi masalah.

Tidak mudah terpancing
Lingkungan kantor yang notabene terdiri bermacam kepala kerap menimbulkan beda pendapat yang berujung pada pertikaian. Jika sampai terjadi konflik, jangan terpancing untuk melakukan tindakan negatif dan jangan terpancing oleh provokator. Berpikirlah lebih jernih agar anda bisa menilai dan menyelesaikan setiap masalah secara objektif.

Jangan takut berubah
Orang yang ingin maju adalah orang yang tidak anti terhadap perubahan. Sedangkan orang yang tidak mau menerima perubahan adalah orang yang kaku dan pengecut. Maka jangan takut menerima perubahan yang terjadi. Anda pun tidak perlu takut berubah jika perubahan itu bisa membawa pengaruh yang lebih baik bagi karir dan kehidupan anda.

Tanggalkan ego
Mengedepankan ego dalam kerja tim tidak akan membuat anda tampak menonjol. Lepaskan ego anda jika anda ingin menjadi anggota tim yang solid. Bukankah lebih baik membicarakan suatu ide dan masalah bersama-sama daripada harus menggunakan 'otot'?

Kesimpulannya, dalam dunia kerja bukan cuma keahlian teknis dan profesional saja yang dibutuhkan. Kemampuan sosialisasi pun tak kalah pentingnya. Bahkan sudah banyak yang membuktikan kepiawaian bersosialisasi mampu mengantarkan seseorang ke gerbang sukses. Apalagi, bagi para pekerja dan profesional, lingkungan kerja merupakan tempat atau lembaga yang banyak menyita waktu mereka. Nah sekarang mulai sekarang, tingkatkan kemampuan sosialisasi anda..!

Melawan Rasa Tidak Pede



Rasa pede alias percaya diri merupakan salah satu modal untuk sukses di dunia kerja. Tanpa rasa pede rasanya sulit bagi anda untuk maju. Karena bagaimana anda mau maju jika belum melangkah anda sudah takut duluan? Umumnya, orang-orang yang nggak pede adalah orang-orang yang selalu merasa khawatir, takut salah, dan takut ditertawakan oleh orang lain.

Padahal sesungguhnya anda nggak perlu merasa nggak pede, karena setiap manusia memiliki kelebihan sekaligus kekurangan masing-masing. Di satu segi anda bisa menjadi 'bintang' tetapi di sisi lain anda bisa tertinggal. Karena sebagai manusia biasa, wajar jika anda tidak bisa menguasai semua bidang bukan?

Biasanya saat anda menyadari kelebihan anda, anda bisa percaya diri. Tetapi saat menyadari kelemahan anda, mendadak anda merasa nggak pede. Ini normal, tetapi anda harus melawan saat-saat anda nggak pede. Menurut Bob Grifith Communications Psychologist asal London, semua bisa melawan rasa nggak pede. Ibaratnya jika anda bisa menjadi bintang dalam organisasi karang taruna di RT anda, anda pun bisa menjadi bintang di meeting room di kantor anda.

Rahasianya, anda harus mencari tahu apa yang membuat anda percaya diri saat anda sedang tangguh. Kemudian transferlah rasa percaya diri saat rasa kurang pede anda mendadak muncul. Misalnya bila anda selalu menundukkan kepala saat berpapasan dengan bos, cobalah untuk mengangkat kepala, tersenyum dan sapalah bos anda. Kedengarannya memang sepele, tetapi jika anda sukses melakukannya, ini hal ini bisa menjadi titik awal bagi tumbuhnya rasa pede anda.

Kemudian cari dan pelajarilah kemahiran serta kelebihan yang anda miliki. Serta carilah kemungkinan bahwa anda pun bisa berhasil di bidang lain. Setelah itu buatlah strategi untuk mengatasi keadaan sulit yang datang. Untuk mengatasi masalah pede, Grifith menyarankan agar anda memiliki pandangan yang taktis dalam menghadapi kehidupan ini.

"Menggunakan taktik atau strategi dalam kehidupan bukan berarti anda mempraktekkan cara-cara yang licik atau diam-diam. Tetapi dengan merencanakan bagaimana cara komunikasi yang efektif. Apa yang ingin anda sampaikan dan bagaimana orang akan menanggapinya," jelas Grifith.

Singkirkan juga rasa khawatir dan takut dalam menghadapi situasi buruk. Sebaliknya anda harus memikirkan cara mengatasinya. Misalnya jika ide anda ditolak, no problem. Di lain waktu anda pasti memiliki ide yang lebih cemerlang. Jangan sampai kekhawatiran dan ketakutan membuat anda melarikan diri dan bersembunyi dari orang-orang sekitar. Inilah saatnya anda harus bangkit, berdiri tegak dan melawan rasa nggak pede.

Mulailah untuk mencari tahu bagaimana anda bereaksi di saat menyenangkan dan di saat sulit. Catatlah selalu reaksi anda di saat yang menyenangkan. Kemudian saat situasi sulit keluarkan catatan tersebut. Hal ini akan membantu anda keluar dari stres, tertekan, sekaligus cara menghentikannya. Dan hal ini perlahan-lahan akan membantu diri anda meningkatkan rasa pede. Hingga anda memiliki rasa pede yang stabil.

Percayalah, rasa pede akan sangat membantu dalam mengantarkan anda ke gerbang sukses. So, mulai sekarang lawanlah rasa nggak pede anda. Berdirilah tegak, tataplah masa depan dan tersenyumlah. Hadapilah setiap tantangan apapun dengan sikap optimis. Sukses untuk anda..!

Sumber : website

Kiat Mendapatkan Pekerjaan


Melamar pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang gampang-gampang susah. Ada pelamar yang hanya mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipanggil wawancara dan langsung diterima bekerja. Sebaliknya ada pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali namun tidak kunjung diterima bekerja. Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali bukan jaminan untuk bisa diterima bekerja. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok terakhir yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran tetapi tidak kunjung diterima bekerja seringkali menjadi frustrasi dan akhirnya putus asa sehingga kehilangan semangat untuk mencari pekerjaan. Akibatnya mereka cenderung menjadi penganggur dan memiliki konsep diri yang negatif.

Demi menjaga agar jangan sampai sang pelamar menjadi frustrasi maka ada beberapa hal yang harus dipahami dan dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja. Sama halnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain dalam hidup ini, maka mencari pekerjaan pun memerlukan suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orang-orang yang menyadari hal inilah yang akan mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut Hyper-kompetisi) dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pencari kerja, seperti dikutip dari monster.com diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemahaman terhadap Proses Pencarian Pekerja

Pemahaman yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:

* Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki
* Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
* Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
* Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
* Mencari pekerjaan harus pantang menyerah

2. Kenali Diri Anda Sendiri

Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan dan kebiasaan anda. Jika anda memahami hal tersebut maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang akan anda pilih.

3. Tentukan Tujuan Karir Anda

Putuskan jenis karir yang menjadi tujuan anda, perusahaan apa yang cocok bagi anda, dan bila perlu tentukan juga lokasi atau area dimana anda akan bekerja.

4. Buatlah Career Portfolio

Buatlah career portfolio anda dengan menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti:

* Surat Lamaran
* Resume
* Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
* Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
* Kartu Nama (jika ada)

5. Perluas Jaringan

Mencari pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam hal ini anda harus memiliki jaringan atau networking untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda. Anda bisa bekerjasama dengan teman, anggota keluarga atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai informasi yang dibutuhkan. Semakin luas networking maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk mendapatkan pekerjaan atau setidaknya akan banyak peluang lowongan kerja yang tersedia.

6. Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar

Kenyataan pahit yang harus dialami oleh pekerja karena di PHK atau para pencari kerja yang "ditipu" oleh si pemberi pekerjaan, hendaknya menjadi pelajaran bagi anda sebelum mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Artinya jangan sampai anda melamar di perusahaan yang kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk mengenali perusahaan / pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi secara rinci tentang perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kemampuan finansial, jenis usaha, jenis pekerjaan yang ditawarkan (pegawai tetap atau kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan kecocokan dengan tujuan karir anda maka barulah anda boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang diterbitkan di media massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun anda tetap harus mengecek lagi profile perusahaan pemberi pekerjaan.

7. Melamar

Melamar pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh karena itu pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan lamaran tersebut secara seksama. Lakukan hal yang sama setiap kali anda melamar pekerjaan.

8. Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke "gerbang perusahaan". Artinya jika anda sudah memasuki tahap wawancara kerja maka anda memiliki kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya perusahaan dapat mengenal potensi anda secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja.

9. Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan

Seperti yang telah dikemukakan bahwa mencari pekerjaan adalah gampang-gampang susah, maka konsekuensi logis yang akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa ditolak sendiri oleh si pelamar karena berbagai alasan. Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang terpaksa menolak tawaran pekerjaan, maka lakukan hal tersebut dengan cara-cara elegance sehingga tidak menyinggung perasaan orang-orang di perusahaan yang anda lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti dengan membuat kesepakatan kerja serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan sebelum mulai bekerja.

10. Evaluasi Proses

Jika anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski sudah menjalani beberapa langkah di atas, maka anda perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan. Tanyakan pada diri anda sendiri:

* Apakah saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan perlu dilakukan?
* Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?
* Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada hal lain yang kurang?

Jika memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan meski sudah merasa melakukan langkah-langkah yang optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau psikolog. Dengan bantuan mereka anda mungkin bisa mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan anda mendapatkan pekerjaan.

Dengan pemahaman terhadap keseluruhan proses pencarian pekerjaan diharapkan individu memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum berhasil memperoleh pekerjaan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi anda semua yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Selamat mencoba. (jp)

Oleh Johanes Papu Jakarta, 20 Agustus 2002